"Jadi, Mister Adrian sakit, Miss?" Mrs. Selly mengangguk. "Iya. Sakitnya lumayan. Kemarin para guru dan staf lainnya sudah menjenguk di rumahnya." Kania tertegun sejenak. Ia tidak bisa berkata-kata. Gadis itu akhirnya mengucapkan terima kasih dan berlalu dari sana. Ia memesan taksi online. Tujuannya ke rumah Adrian. Menit berlalu, taksi online yang ditumpangi Kania tiba di tujuan—di depan rumah bergaya minimalis dengan gerbang yang sedikit terbuka. Usai mengucapkan terima kasih dan membayar, taksi online itu melaju meninggalkan Kania sendiri. Gadis itu melangkah pelan, ragu-ragu melewati gerbang yang terbuka. Kania melintasi halaman rumah yang sunyi. Gerimis mulai turun perlahan, membuat Kania mempercepat langkah menuju teras. Tok-tok-tok! Kania mengetuk pelan ruas jemarinya pa

