Pagi-pagi sekali Biantara sudah berada di lantai tertinggi di kantornya. Setelah Melati memaksanya sarapan tadi, ia tidak membuang waktu untuk langsung ke perusahaan induk miliknya. Kini, ia berdiri menghadap jendela besar, memandang gedung-gedung tinggi yang mulai menunjukkan aktifitasnya dengan tatapan kosong dan wajah muram. Beberapa saat kemudian, ketukan pintu terdengar pelan. “Masuk.” Sandra melangkah masuk dengan tablet di tangan. “Selamat pagi, Pak.” “Pagi,” jawab Biantara singkat. Ia berbalik, menatap sekretaris kepercayaannya itu. “Apa jadwal saya hari ini?” Sandra langsung menurunkan pandangannya ke layar. “Pagi ini ada rapat internal dengan jajaran direksi, Pak. Siang nanti rapat pemegang saham minoritas. Setelah itu, pertemuan dengan pihak Arkana Group, lalu sore ada pr

