Bab 85

2919 Kata

Lelaki itu turun dari mobil dan berjalan mendekat. Tatapannya tertuju pada Biantara, menyimpan rasa sungkan sekaligus gugup. Sejak semalam, Naren terus diliputi penyesalan. Ia sadar telah melampaui batas, melewati sesuatu yang seharusnya tidak ia lakukan pada Kania. Rasa bersalah itu menekan dadanya, membuat langkahnya terasa berat. Namun, ia tetap datang. Berdiri di hadapan Biantara bukan untuk mencari pembenaran, melainkan untuk meminta maaf. Kepada pria itu, dan kepada Kania. Apa pun risikonya, Naren tahu ia harus menghadapinya. “Om.” “Masih punya nyali datang ke sini?” Biantara bertanya ketus. Tangannya berkacak pinggang, sementara amarah jelas tersirat dalam tatapannya. Naren menelan ludahnya berat. Penyesalan menyesak di dadanya. Ia bahkan tidak tahu harus mulai dari mana untuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN