Cukup lama menunggu, panggilan itu akhirnya terhubung. Kania meletakkan ponselnya ke samping telinga. “Halo. Lo di mana? Dari semalem lo nggak bisa dihubungin? Gue khawatir sama lo, Kania.” Suara di seberang sana terdengar panik. Kania bahkan sampai menjauhkan ponselnya dari telinga ketika suara nyaring itu terdengar. “Aku ... lagi nggak baik..” “Lo kenapa? Gue ke situ sekarang, ya?” “Hm, oke. Langsung ke kamar lewat tangga balkon.” “Oke.” Panggilan itu akhirnya dimatikan. Ia menatap ponselnya sebentar. Membuka aplikasi perbankan miliknya dan mengecek saldo yang ada di rekening pribadinya. Lima miliar. Dan, Kania mendapatkannya dalam semalam. Dari pamannya sendiri, dengan cara yang tidak manusiawi. Kania bahkan menyimpulkan bahwa Biantara lebih kejam dari sekadar binatang. Te

