Bab 120

2918 Kata

Melati langsung menoleh ke arah Biantara. Tatapannya tertuju dalam pada suaminya, seolah menuntut penjelasan atas maksud ucapan Kania barusan. Sadar suasana mulai mengental dan tak lagi ramah, Kania berdiri. Tanpa sepatah kata pun, ia berbalik dan melangkah menaiki tangga menuju kamar, memilih menjauh sebelum perasaan siapa pun benar-benar meledak. Biarlah malam ini Melati menuntut jawaban sepenuhnya dari Biantara. Kania justru ingin tahu seberapa cerdik pria itu merangkai penjelasan untuk istrinya. Biantara mengetuk-ngetukkan jarinya di sisi sofa. Gerakan kecil yang berulang itu mengkhianati kegelisahan yang tak ia tunjukkan di wajah. Ia paham, Melati masih menunggu jawaban darinya. “Kamu pasti tahu sesuatu tentang Kania kan, Mas?” Sial. Gadis itu benar-benar menjebak Biantara dalam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN