Lampu disko berkedip seiring dengan musik yang dimainkan DJ profesional. Kania dan Naren sudah ada di sana lima menit yang lalu. Tidak lama, Nala datang. Di belakangnya ada waiter yang membawa tiga minuman untuk mereka. Satu di antaranya adalah jenis minuman biasa--tanpa campuran alkohol. Nala duduk di samping Kania. Begitu minuman tersebut ada di meja, ia menukar gelasnya dengan gelas gadis di sampingnya. “Lo minum yang ini.” Salah satu mata Nala mengedip ke arah Kania. “Almond milk dingin. Bagus buat tubuh lo.” Kania hanya mengangkat sebelah alis. Tangan yang sejak tadi terlipat di depan d.a.da kini bergerak, menggeser kembali posisi gelas seperti semula. “Sekali-kali nyoba nggak apa-apa, kan?” Ia mengambil segelas wine di depannya dan mengangkatnya tanpa ragu. Namun, sebelum bi

