Bab 81

2740 Kata

“Rahasia apa, Kak?” Naren berusaha mencari kepastian atas apa yang diucap Melati. Rahasia? Ia memang sedikit percaya. Sebab, Kania di matanya adalah gadis tertutup. Tidak banyak hal yang diumbar gadis itu. Kania seperti susunan puzzle acak yang sulit sekali dipecahkan. “Kania itu bukan gadis biasa, Naren. Dia rapuh. Banyak masalah yang dihadapi. Banyak tekanan dari keluarga papanya.” Lelaki itu menunduk sedikit, lalu mengangguk pelan. “Kalau itu ... aku udah tau, Kak.” Ia menoleh ke arah Melati. “Tapi, aku nggak nyangka aja kalau kakek-neneknya juga sebenci itu sama Kania.” “Kamu tau dari mana, Naren? Apa Kania cerita sesuatu sama kamu?” “Nggak, Kak. Tadi sempat denger ucapan neneknya Kania," terang Naren. "Dari cara bicaranya udah nggak ramah. Kayak bukan cucunya sendiri gitu.” Mel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN