Ba 148

4028 Kata

Kania dan Melati sudah duduk di dalam mobil, tetapi tidak ada percakapan di antara mereka. Keduanya larut dalam pikiran masing-masing. Kania menyandarkan tangannya ke kaca jendela yang tertutup, menatap kosong ke luar, sementara Melati sesekali mengusap perut buncitnya dengan gerakan pelan. Di luar mobil, Biantara masih berbicara melalui telepon. Nada suaranya rendah dan tegas. Beberapa kali ia menoleh ke arah mobil, memastikan keduanya sudah menunggu. Tidak lama kemudian, pintu mobil terbuka. Biantara masuk dan langsung menatap Melati. “Saya harus ke kantor sekarang. Kamu periksa kehamilan ditemani Kania. Bagaimana?” Melati mengangguk, lalu menoleh ke belakang. “Kamu mau nemenin Kakak periksa, kan, Kania? Sekalian kamu juga periksa.” Kania mengalihkan pandangannya perlahan dari jend

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN