Suasana pagi di tepi pantai terasa terlalu indah untuk Kania—gadis yang sejak semalam bergulat dengan mual yang tak kunjung reda. Ia tiba di Bali kemarin sore, dan sejak menginjakkan kaki di tempat ini, perutnya seolah menolak bekerja sama. Ada rasa tidak nyaman yang terus menggelayut, mengganggu setiap tarikan napasnya. Malam yang seharusnya diisi dengan makan malam di luar—menikmati laut, angin, dan lampu-lampu kota—justru ia habiskan dengan merebahkan diri lebih awal. Tubuhnya terlalu lelah untuk berpura-pura baik-baik saja. Syukurlah pagi ini kondisinya sedikit membaik. Mual itu memang belum sepenuhnya pergi, tetapi setidaknya kepalanya tidak lagi terasa berputar hebat. Hanya sisa pusing yang menekan pelan, seperti bayangan yang enggan benar-benar menghilang. Tidak ada kegiatan bera

