Tok-tok-tok! Ketukan pintu itu terdengar. Di sana ada dua siswi yang menghampiri Adrian. “Mister, ada tamu yang sudah menunggu di ruang sekolah.” Adrian mengangguk. Ia menatap Kania. “Saya ke kantor dulu, Kania. Kita lanjutkan lain waktu.” “Iya, Mister.” Kania menyusul keluar dari ruang itu setelah menumpuk bukunya. Ia berjalan ke arah loker. Pakaian olahraganya diambil dan berganti di kamar mandi. “Cepetan, Kania. Dicariin dari tadi juga.” Nala menggerutu sebal karena sahabatnya bergerak begitu lambat. “Iya, Nal. Sabar.” Keduanya lantas ke lapangan dan mulai jam pelajaran olahraga. Beruntung kali ini hanya permainan bola basket. Beberapa saat kemudian .... Kepala Kania mendadak pening, telinganya berdengung keras. Tubuhnya oleng dan nyaris terjatuh ketika sebuah bola basket

