Di sekolah .... Suasana masih sepi. Hanya ada beberapa siswa yang datang lebih pagi dari biasanya, sekadar menyelesaikan tugas atau mencari ketenangan di perpustakaan sebelum bel masuk berbunyi. Kania duduk di kantin. Bangku-bangku di sana masih kosong, berjajar rapi tanpa penghuni. Ia sempat menoleh ke kanan dan kiri, memastikan memang belum ada siapa pun. Beberapa saat kemudian, menu yang dipesannya akhirnya datang dan diletakkan di hadapannya. “Tumben sendiri, Non? Non Nala ... ke mana?” Penjaga kantin itu sudah sangat hafal, sebab Kania hampir selalu terlihat bersama Nala setiap pagi. Seulas senyum Kania ia tunjukkan pada wanita paruh baya tersebut. “Iya, Bi. Nala belum berangkat.” Mengangguk paham, penjaga kantin memilih pergi setelah lebih dulu mempersilakan Kania menikmati hida

