Bab 88

3328 Kata

Mata Nala sontak membesar. Ucapan Kania terdengar kejam di telinganya. Ia langsung menggeleng keras, menatap sahabatnya dengan sorot tak percaya. “Ngawur banget ini anak! Sekarang gue tanya,” suara Nala bergetar namun tegas. “Lo beneran tega mau bunuh dia yang nggak tahu apa-apa?” Tangannya terangkat sambil menunjuk perut Kania. Pertanyaan itu membuat Kania terdiam. Tak ada jawaban yang keluar. Ia hanya menghela napas panjang, lalu tersenyum miris. Tangannya kembali mengusap perutnya berulang kali, seolah mencoba menenangkan sesuatu atau bahkan dirinya sendiri. “Kalau dia nggak ada…” Kania menatap lurus ke depan, suaranya nyaris berbisik. “Masalah bakal selesai, kan?” Ia lalu menoleh ke arah Nala. “Aku nggak perlu menyembunyikan apapun lagi dari semua orang. Nala kembali menggeleng. Ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN