Bab 95

3384 Kata

“Ya, aku nggak mau tau. Lagian, Om menikmatinya, ‘kan?” Kania menantang. Tangannya bersedekap d.a.da—terlihat angkuh. Ia enggan menatap sedikit lebih lembut ke arah Biantara. Biantara mengambil dompet di celananya. Ia menarik salah satu kartu yang ada di sana dan melemparkannya tepat ke wajah Kania. “Ambil itu, B.i.t.c.h!” Sejujurnya, Kania merasa sakit hati mendengar itu. Namun, ia memilih untuk tetap berlagak seperti gadis m.u.r.a.h.a.n, seperti yang dikatakan Biantara. Terpaksa, Kania merendahkan dirinya. Gadis itu memungut kartu yang tergeletak di lantai. Biantara tersenyum sinis. “Saya tidak menyangka Mba Yasmin sanggup memelihara gadis b.i.n.a.l seperti kamu, Kania.” Pandangan Kania terangkat. “Jangan bawa-bawa Bia atas masalahku, Om.” Pria itu menggeleng tak habis pi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN