Bab 97

3727 Kata

Kania tetap duduk di sana, membiarkan hujan mengguyur tubuhnya hingga basah sepenuhnya. Rasa dingin tidak lagi terasa baginya. Segalanya terasa tumpul dan samar. Ia memeluk dirinya sendiri, menunduk. Air yang menggenang di sekitar kakinya kian tinggi seiring hujan yang semakin deras. Di kepalanya, pertanyaan berputar tanpa mau berhenti, kesalahan apa yang sebenarnya dia lakukan di masa lalu hingga ia harus menanggung hal sakit seperti ini? Jika boleh memilih, ia tidak ingin mendengar kabar bahagia itu. Namun semuanya sudah terlanjur. Ia sudah tahu. Dan pengetahuan itu menekan dadanya tanpa ampun. Entah kenapa kenyaataan itu menggorer perasaannya. Beruntung, ruang tamu mansion terhalang sekat yang cukup lebar. Tak ada yang menyadari keberadaannya tadi. Karena itu ia bisa pergi tanpa dik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN