Bab 90

3106 Kata

Biantara dan Melati sama-sama tak sabar mendengar penjelasan dokter di depannya. Dokter yang merupakan kenalan Biantara itu akhirnya tersenyum. Tangannya menepuk pundak Biantara. “Keponakan kamu baik-baik saja, Bian,” jelasnya, lalu menyingkirkan tangan dari pundak Biantara. “Sayatannya memang banyak, tapi dangkal. Nggak sampai kena pembuluh besar.” Melati mengembuskan napas lega. Setidaknya, kondisi Kania tidak separah yang ia bayangkan. Tanpa menunda, wanita itu segera masuk ke ruang IGD. Di sisi lain, Biantara menggeram pelan. Gara-gara gadis itu, jadwal kerjanya hari ini jadi berantakan. Belum lagi perutnya yang terasa tidak nyaman karena sarapan yang tidak sesuai dengan kebiasaannya. “Kami akan melakukan observasi sebentar. Setelah itu, pasien bisa dibawa pulang,” ujar dokter d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN