77. Membangun Mimpi

2128 Kata

"Loh, Ta?" Dirga melongo ketika membuka pintu apartemennya dan menemukan gadis yang baru saja ia lamar beberapa jam lalu tengah berdiri dengan wajah kacau di depan sana. Ia sampai harus menoleh ke belakang untuk melirik jam dinding dan memastikan bahwa saat ini benar sudah hampir tengah malam. "Kenapa ke sini malam-malam?""Mau ngomong sesuatu sama Aa," sahut Tita sedikit terengah. Maklum saja, usai berkonsultasi dengan Gin dan mendapat peneguhan kalau Dirga adalah pria baik yang tidak boleh dilepaskan, Tita langsung melesat menuju ke sini. "Ngomong apa, Ta? Kenapa enggak telepon atau chat aku aja biar aku yang ke sana?" Tita menggeleng cepat. "Mau ke sini aja." "Masuk du-" Belum selesai Dirga bicara, Tita sudah menerjang memeluknya.  "Aa maafin Tita ya," ujar gadis itu sambil memeluk D

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN