"Kenapa ia tak datang-datang?" Namira terlihat mondar-mandir di lobi dan seperti tengah menunggu seseorang, begitu juga beberapa karyawan lain. Entah apa yang mereka tunggu hingga melupakan tugas utama mereka saat jam masuk tinggal lima belas menit lagi. "Apa yang kau tunggu?" Marcel yang baru tiba bertanya pada Namira yang terlihat gusar. "Aku sedang menunggu Ara," jawab Namira dengan terus menengok ke arah luar pintu lobi. "Memangnya ada apa? Ah, kau ingin minta maaf?" tanyanya yang sepertinya mulai tahu apa yang sebenarnya mereka tunggu. Namira menatap Marcel dengan mata berkaca-kaca kemudian menangis dengan menggigit bibir bawahnya. "Eh? Apa yang kau lakukan? Kenapa malah menangis." Marcel kelabakan, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan disaat seorang wanita menangis. Kecuali j