Hari pernikahan Riana, dan Parman sudah tiba. Mereka menikah di rumah Riana, pada kamis malam jumat, setelah sholat Isya, pernikahan hanya dihadiri keluarga dekat, dan tetangga Riana saja. Hari minggu, baru resepsi akan dilakukan, di rumah Riana juga, dan akan mengundang teman-teman mereka. Parman membaca ijab dengan suara lantang, dan dalam satu tarikan napas. Semua orang mengucap Alhamdulillah, setelah dinyatakan sah. Parman menarik napas lega, ketegangan yang selama beberapa waktu ini ia rasa, terbebaskan sudah. Bapak Parman, ibu tirinya yang merupakan ibu Rina, dan Rizwan, adiknya, juga kedua orang tua Riana, ikut merasa lega. Bahkan orang tua Riana beberapa kali mengusap mata mereka. Riana sendiri, terus berurai air mata, baginya ini adalah bahagia yang sempurna. Dicintai oleh p