Bab 83

1804 Kata

Retakan di Balik Bahagia Kehidupan di Pesantren Hidayatullah mencapai titik tenangnya yang paling indah ketika Humaira menginjak usia dua tahun. Gadis kecil itu adalah salinan sempurna dari dua wanita: kecerdasan dan sorot mata tajam Aisyah, berpadu dengan kelembutan senyum dan lesung pipit Fathimah. Ghara, sang dokter yang dulu dingin, telah berubah menjadi ayah yang sangat pemuja—ia yang selalu memastikan setiap sudut pesantren aman bagi langkah-langkah kecil putrinya. Namun, di balik tawa balita itu, sebuah bayangan lama mulai merayap kembali. Sore itu, sebuah amplop cokelat tanpa nama pengirim terselip di bawah pintu klinik Ghara. Saat membukanya, Ghara merasa dunianya seolah berhenti berputar. Di dalamnya terdapat sebuah foto: Fathimah sedang menggendong Humaira di taman pesantren,

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN