Bab 19

1096 Kata

BAB 19: Boneka di Balik Kain Satin Pagi itu, langit di atas pesantren terasa lebih tenang, namun di dalam d**a Zayn, badai sisa semalam masih menyisakan ombak yang bergejolak. Ia menatap Juleha yang duduk di tepi ranjang. Istrinya itu belum bergeming sejak dua jam lalu. Rambutnya yang biasanya berantakan namun hidup, kini tersampir layu di bahunya. Matanya menatap lantai, tapi Zayn tahu, Juleha tidak sedang melihat ubin. Ia sedang melihat lubang hitam di dalam dirinya sendiri. "Jule, kita keluar sebentar, ya?" bisik Zayn lembut sambil berlutut di hadapan istrinya. Juleha tidak menjawab. Ia hanya mengedipkan mata perlahan. Tidak ada bantahan, tidak ada makian "narsis" atau "sok suci" yang biasanya menjadi bumbu pagi mereka. Juleha hanya mengangguk kecil, sebuah gerakan mekanis yang membu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN