BAB 17: Persinggahan yang Beracun ..... "Jika itu yang kamu inginkan..." Zayn berbisik, suaranya terdengar sangat rapuh. "Jika keberadaanku di sini hanya membuatmu mengingat luka itu... tapi aku tidak akan menceraikanmu, Juleha. Tidak untuk alasan yang tidak aku mengerti." "Kamu egois!" teriak Juleha. "Bukan egois," Zayn menatap Juleha dengan sisa-sisa wibawanya. "Tapi karena aku sudah berjanji di depan Allah. Dan aku tidak akan melepaskan janji itu hanya karena emosi sesaatmu yang tidak berdasar ini." Zayn berbalik, mengambil kunci mobilnya di meja, dan berjalan keluar rumah tanpa menoleh lagi. Ia butuh udara. Ia butuh ruang. Ia butuh jawaban atas kegilaan yang baru saja terjadi. Sementara itu, Juleha jatuh terduduk di lantai dapur. Ia menangis tersedu-sedu, memegangi dadanya yang t

