BAB 16: Luka yang Kembali Menganga Dua hari kemudian... Juleha sedang duduk di sebuah kafe dekat kampus, menunggu Siska yang berjanji akan memberikan catatan kuliah. Suasana hatinya sedang sangat baik. Ingatan tentang malam-malam bersama Zayn membuatnya sering tersenyum sendiri. Tiba-tiba, seorang pria duduk di kursi di hadapannya tanpa permisi. "Lama nggak ketemu, Leah. Kamu kelihatan lebih... 'terurus' sekarang," ucap suara yang sangat Juleha kenal. Juleha mendongak. Jantungnya seolah berhenti berdetak. Rio. "Ngapain kamu di sini?" tanya Juleha dingin, matanya menatap tajam pada mantan kekasihnya itu. Rio menyandarkan punggungnya, menyesap kopi hitamnya dengan santai. "Cuma mau kasih tahu sesuatu. Kamu tahu nggak kalau suamimu yang sok suci itu sebenarnya yang bayar aku buat sebar

