Liam terbangun sebelum pagi, merasa kedinginan karena cuaca desa lebih rendah daripada yang dia bayangkan. Namun, begitu duduk melihat sang ayah tengah memeluk ibunya, dia tiba-tiba merasa marah dan cemburu. Lalu, dia menangis keras dan membuat Mahesa terperanjat. “Kenapa?! Kenapa?!” Mahesa sontak duduk, matanya terbelalak mendengar tangisan Liam yang memekak telinga. Namun, Larasati masih belum sadar karena saat malam, alat bantu dengarnya dicopot. Wanita itu baru bangun saat Liam merangkak mendekat dan memukuli Mahesa sekuat tenaga. “Liam?! Kamu ini kenapa tiba-tiba nangis, tiba-tiba pukul Papa?!” Larasati yang akhirnya membuka mata terkejut melihat Liam menangis, lalu ketika mendapati Mahesa ada di depan mata, dia tambah terkejut dan bertanya-tanya kapan pria itu datang dan apa yang