BAB 49 - Larasati, Wanita Bisu Yang Diinginkan Anakku

1429 Kata

Satu hal yang paling Liam tunggu akhirnya tiba, liburan panjang yang akan digunakannya untuk datang ke rumah kakeknya di kampung, melihat kambing-kambing peliharaan, atau jalan-jalan sore ke sawah seperti yang diceritakan teman-temannya saat berlibur ke pedesaan. Anak itu begitu antusias saat Larasati menepati janji, tak peduli jika sang ayah tidak bisa pergi karena pekerjaan. Bagia Liam, pergi berdua dengan ibunya pun sama sekali tidak membosankan. Memakai kemeja kotak-kotak lengan pendek dan celana jeans warna biru dongker, Liam siap bepergian selama lima hingga enam jam menggunakan kereta. Mahesa sampai dibuat kecewa karena anaknya terlihat baik-baik saja tanpa dirinya. “Kamu nggak sedih Papa nggak bisa ikut?” tanya Mahesa penasaran. Liam menggeleng sombong. “Enggak! Papa kerja aja,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN