Berada di sebuah kafe, pagi itu Mahesa duduk berhadapan dengan wanita yang hampir tujuh tahun ini menghilang tanpa kabar setelah meninggalkan seorang bayi baru lahir padanya. Seperti yang Mahesa bayangkan, Clara tidak banyak berubah, masih sama seperti yang dulu. Wanita itu masih cantik, pandai merawat diri, tetapi ada satu hal yang membuatnya kurang di mata Mahesa, yaitu sikapnya yang egois dan keterlaluan. “Jangan datang menemui Liam lagi.” Mahesa menuntut tanpa berbasa-basi. “Kamu nggak tanya kabarku lebih dulu, Mahesa?” “Kamu terlihat baik-baik aja. Aku pikir karirmu di tempat sana juga bagus, jadi kenapa tiba-tiba kamu kembali?” Mahesa mengerutkan kening, agak penasaran apa yang membuat mantan istrinya kembali. “Kamu sama sekali nggak kenal Liam, tapi kenapa kamu berani datang dan