“Kabarmu gimana, Ras?” tanya laki-laki bernama Indra tersebut. Dia bahkan mengulurkan tangan dan mengajak Larasati bersalaman. Wanita itu menyambut tangan Indra dan memberi tahu kabarnya yang baik-baik saja. Meski sudah sama-sama menikah, yang namanya cinta pertama jelas sulit tuk dilupakan, termasuk oleh Indra sendiri. Mahesa yang cemburu menghela napas, lalu tanpa menurunkan kedua bocah di kanan-kirinya, dia mendekat dan menyapa Indra agar lelaki itu berhenti menatap istrinya dengan mata penuh kerinduan. “Temannya Laras, ya?” tanya Mahesa berbasa-basi. Indra menatapnya dengan dengan sorot bertanya-tanya. “Oh, saya suaminya Laras.” Liam meringis lebar melihat bagaimana ayahnya menunjukkan kepemilikan atas ibunya. “Halo, Om! Aku Liam!” Kini Indra menatap Liam yang berbaju lumpur. “Li