61.

2251 Kata

Maafkan mamak beranak satu ini, karena terlalu sibuk dengan dunia nyata.  Sorry for the typo, belum sempat revisi ______________________________ “Apa maksudnya Abah dengan menggelandang?” tanya Ummi Reni dengan wajah memerah dan mata melotot tajam. Bola matanya bergerak memandangi Abah Wahid dan Agam secara bergantian.   Abah Wahid tampak mengedikkan bahu dengan gerakan tak acuh. “Menggelandang itu sama dengan jatuh miskin, Ummi. Memangnya apalagi.” Jawabnya dengan nada datarnya. Tak sekalipun Abah Wahid melirik istrinya. Fokusnya hanya pada permainan yang kini sedang dimainkan olehnya dan si anak sulung.   “Ummi tahu itu. Tapi bagaimana bisa itu terjadi? Kenapa kalian sama sekali tidak bergerak dan mencoba untuk membuat perubahan? Memangnya tidak ada sama sekali yang bisa kalian

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN