Bab 47

1589 Kata

Setahun sudah pernikahan Jeremy dan Arum berjalan. Malam itu, keluarga kecil mereka duduk bersama di ruang makan yang dihiasi sederhana untuk perayaan. Sebuah kue dengan lilin menyala menghiasi tengah meja. Arum tampak bahagia, bercerita tentang perjalanan setahun terakhir bersama Jeremy. "Setahun sudah, ya. Rasanya cepat sekali," kata Arum sambil tersenyum lembut ke arah Jeremy. Jeremy membalas senyum itu, namun matanya sesekali melirik ke arah Briana yang duduk di ujung meja. Briana tampak pucat malam itu. Pandangan kosongnya mengarah pada lilin di tengah meja, seolah-olah pikirannya berada di tempat lain. "Briana, kenapa wajahmu pucat sekali? Kamu sakit?" tanya Arum tiba-tiba, memecah keheningan. Briana tersentak, cepat-cepat memasang senyum tipis. "Enggak, Ma. Mungkin aku c

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN