Briana menatap desa kecil di Australia dengan perasaan campur aduk. Angin sejuk berhembus pelan, membelai rambutnya yang tergerai. Ia berdiri di atas bukit kecil, memandang hamparan ladang buah yang terbentang di bawah sana. Tempat ini begitu tenang, jauh dari keramaian Jakarta, dan jauh dari semua masalah yang telah ia tinggalkan. Australia adalah tujuannya sejak awal. Ia sudah mempersiapkan ini selama berminggu-minggu, bahkan sebelum ia memutuskan untuk benar-benar pergi dari kehidupan yang selama ini menghantui dirinya. Dengan paspor di tangan, ia mengambil langkah besar meninggalkan segala kenyamanan hidupnya di Jakarta, termasuk Jeremy, suami dari ibunya, Arum. Hatinya masih terasa berat setiap kali memikirkan apa yang telah terjadi. Jeremy adalah kesalahannya, dosa yang tak per