“Salwa, semua orang menginginkan kebahagiaan. Termasuk aku.” Kali ini wajah Salwa langsung muram. Ia sadar Ayub tidak bahagia bersamanya. Organ tubuhnya melemah. Masih di posisi tadi, tanpa terasa air mata Salwa jatuh menitik tepat di pipi Ayub yang ada di bawahnya. “Ayub, kamu benar. Semua orang pasti pengen bahagia. Dan jika kamu pengen mencari kebahagiaan dengan menikahi Nabila, mungkin itu juga benar. Tapi ada yang salah dengan perasaanku, aku yang nggak terima kalo kamu menikah dengan perempuan lain. Aku sayang sama kamu.” Salwa menjatuhkan kepalanya di d**a Ayub. Tangisnya pecah, punggungnya bergetar sesenggukan. Kata-kata sayang yang terucap dari bibir Salwa membuat hati Ayub menjadi basah. Akhirnya pertanyaannya sejak tadi terjawab sudah. Sekarang pekerjaan Ayub ben