“Bibik sudah menceritakan semua yang bibik ketahui, Non. Tentang Pak Irfan –” Bik Sum menghentikan kalimatnya. “Bibik ndak berani bicara lebih banyak sama Non.” Cassandra tak ingin lagi mendesak Bik Sum untuk mencerita alasan Irfan mau menikahi ibunya. Ia tahu bahwa wanita tua ini tidak mudah untuk dibujuk. Ia tak akan melakukan hal yang tak ingin dilakukan. Seperti saat Irfan memintanya mengambil rapotnya dulu. Dengan berani dia menolak karena merasa tak berwenang sebagai orang tuanya. “Apa masih sangat jauh, Bik?” tanya gadis itu. “Tidak Non. Sekitar tiga jam lagi dari sini,” sahutnya. Wanita itu melihat Cassandra menguap lebar. Ia tahu perjalanan ini adalah perjalanan jauhnya untuk pertama kalinya. Ia harus melintasi beberapa provinsi sekaligus. “Tidur saja, Non. Nanti biar bibi

