Srada berjalan dengan langkah mantap menuju kamar hotel yang telah disiapkan khusus untuk Paulina dan Jagapathi. Di sebelahnya, Arini berjalan dengan langkah ringan, wajahnya dipenuhi rasa penasaran yang tak bisa disembunyikan. "Apa nggak terlalu pagi kita datang, Bunda?" tanya Arini dengan senyum jahil. “Nanti kita lihat p***o loh.” "Mulutnya ya, Arini, Jangan gitu, Nak," jawab Srada tegas. Setibanya di depan pintu, Arini tanpa ragu menekan bel beberapa kali, bahkan mengetuk pintu dengan ritme tergesa. "Bangun! Bangun! Ini sudah siang, Mas Jaga!" teriaknya sambil menahan tawa. "Arini! Kamu itu sopan sedikit, bisa nggak?" tegur Srada sambil memelototinya. "Yah, aku cuma mau tahu mereka lagi apa," bisik Arini pelan, tetapi suaranya cukup terdengar. Setelah beberapa saat, pintu akhirny