Kembali ke ibukota, dimana Arron masih pusing mencari Emi. Dia sudah mengerahkan anak buahnya untuk menelusuri keberadaan Sang Biduan, namun Emi seolah hilang ditelan bumi begitu saja. Kamera pengawas yang ada di sekitar bangunan mall memperlihatkan jika perempuan itu masuk ke dalam mobil taksi. “Kenapa dia pergi? Apa ada sesuatu yang aku perbuat tanpa disadari?” gumam Arron berpikir keras. Matanya lalu hinggap pada ponselnya yang tergeletak di atas meja, diambilnya benda tipis yang jadi prioritas milyaran orang di muka bumi ini. “Emily,” gumamnya menatap sosok cantik Emily-nya yang sempat dia abadikan ketika sedang bernyanyi di atas panggung. “April jelas terkejut dengan kabar Emily hilang, manajernya juga demikian!” Arron berdecih memikirkan Wawan, pria yang disebutnya sebagai man