Rayuan Dani.

1089 Kata

Meli baru saja keluar dari kamar April ketika tangannya ditarik oleh seseorang, gadis itu hendak menjerit namun mulutnya dibekap tangan besar yang lalu menariknya ke ruangan lain. Dia didorong ke dinding, dengan mulut masih terbungkam tangan itu. “Ssst, Meli! Ini aku!” bisik Dani menampakkan diri di hadapannya Meli, gadis itu semakin membelalak lebar dan memberontak makin keras. “Meli, aku nggak akan macam-macam! Jangan teriak!” bisik Dani dengan gemas. Meli oun diam dengan nafas memburu, matanya berkaca-kaca penuh ketakutan menatap Dani. Laki-laki itu pun termangu. “Aku cuma mau kasih hadiah, jadi tolong jangan teriak, oke?” bisik Dani. Meli mengangguk, jelas dia juga ketakutan. Apalagi melihat Dani yang memiliki tubuh tinggi tegap dengan otot-otot bisep di kedua tangannya. Dia tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN