Suasana kelas cukup ramai. Anak-anak duduk di bangku masing-masing, ada yang sibuk ngobrol, ada yang menggambar di buku. Renata duduk di barisan tengah, sendirian. Ia membuka buku pelajarannya, mencoba fokus. Namun bisik-bisik dari belakang terasa menusuk telinganya. “Eh, itu ya Renata…” “Katanya sekarang punya ibu tiri…” “Ibu barunya cantik, lho, aku pernah lihat waktu antar Rosa kemarin.” Renata menggenggam pensilnya erat-erat. Matanya menatap buku, tapi huruf-huruf di depannya kabur. Pintu kelas terbuka. Rosalina masuk dengan langkah kecil, membawa buku baru yang terlihat masih rapi. Ia tersenyum ke guru yang baru datang, Bu Ratna. “Selamat pagi, Bu!” sapanya lantang. “Pagi, Rosalina. Kamu murid baru ya? Silakan perkenalkan diri,” kata Bu Ratna. Rosalina melangkah maju ke depan

