Bab 27

1179 Kata

Di meja makan besar sudah tersaji hidangan sarapan: nasi goreng, telur dadar, sup ayam hangat, serta buah potong. Seorang asisten rumah tangga mondar-mandir memastikan semuanya rapi. Ronald duduk di kursi paling ujung, membuka koran sambil menyeruput kopi. Wajahnya terlihat segar, berbeda jauh dari kemarin. Widya duduk di sampingnya dengan senyum hangat. Rosalina sudah di kursi sebelah, rambutnya diikat rapi, baju seragam sekolah biru-putih terlihat baru dan wangi. Ia sengaja duduk lebih dekat ke Ronald. Tak lama, Renata muncul dari arah kamar. Rambutnya sedikit kusut, seragamnya memang rapi, tapi sepatu masih kotor. Ia berjalan pelan, lalu duduk di kursi seberang Rosalina tanpa banyak bicara. “Selamat pagi, Ayah,” sapa Rosalina ceria sambil mengambil sendok nasi goreng. Ronald menole

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN