Bab 29

1075 Kata

Lampu kamar redup. Bau minyak kayu putih samar tercium. Ibunya Renata, Bu Maya, berbaring di ranjang dengan tubuh lemah. Wajahnya pucat, tapi matanya tetap lembut saat melihat putrinya masuk. Renata duduk di tepi ranjang, menunduk. Matanya merah, hidungnya masih tersumbat karena habis menangis. “Ibu…” suaranya pelan, nyaris bergetar. Maya mengelus tangan Renata dengan lemah. “Kamu habis dimarahi lagi sama Papa, ya?” Renata menggigit bibir, mengangguk. “Padahal aku nggak salah, Bu. Rosalina itu yang… yang selalu bikin aku kelihatan jahat.” Air matanya kembali mengalir. “Semua orang percaya dia. Papa, teman-teman di sekolah… semuanya.” Maya menarik napas panjang. “Nak… dunia memang sering nggak adil. Apalagi kalau ada orang yang pintar bersandiwara. Tapi kamu jangan sampai ikut terjerat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN