Bab 30

1444 Kata

Aula sekolah dipenuhi orang tua murid yang datang memberi dukungan. Suara riuh tepuk tangan terdengar setiap kali ada penampilan. Di antara kerumunan, Maya duduk di kursi paling belakang, menggenggam tas kecilnya erat. Wajahnya menatap ke panggung dengan cemas, sementara Renata sibuk di belakang panggung bersama teman-temannya. “Bu, Papa nggak akan datang, ya?” Renata bertanya pelan, matanya berkaca-kaca. Maya menarik napas panjang, lalu tersenyum meski terlihat dipaksakan. “Nggak apa-apa, Nak. Yang penting kamu tampil bagus. Mama pasti bangga.” Tak lama kemudian, Widya dan Rosalina muncul. Keduanya masuk dengan percaya diri. Widya mengenakan gaun elegan, sementara Rosalina tampil rapi dengan pita cantik di rambutnya. Mereka sengaja duduk di barisan depan, tepat di kursi yang sudah dibe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN