Bab 31

1092 Kata

Renata masuk pelan-pelan ke kamar. Ibunya duduk di tepi ranjang, masih mengenakan daster, wajahnya pucat. Nampan berisi obat ada di meja kecil samping ranjang. “Bu…” suara Renata pelan, hampir berbisik. Maya menoleh, matanya lelah tapi langsung melembut melihat anaknya. “Renata, sini.” Renata duduk di samping ibunya, lalu langsung memeluk. Air matanya pecah. “Bu… Papa nggak dengerin kita. Dia lebih percaya mereka.” Maya mengelus rambut putrinya, berusaha tenang meski hatinya ikut hancur. “Ibu tahu. Ibu juga dengar semuanya. Tapi kamu jangan menangis, Nak. Kamu harus kuat.” Renata menggeleng keras. “Aku nggak mau tinggal sama mereka. Aku benci Mama Widya. Aku benci Rosalina. Mereka jahat, Bu. Mereka bikin Papa marah terus ke kita.” Maya menarik napas panjang, berusaha menahan emosinya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN