Ronald sudah duduk rapi di meja makan, membuka koran, sambil menunggu sarapan. Maya menata piring dengan wajah lelah, matanya sembab karena menangis semalam. Renata duduk diam, menunduk, enggan bersuara. Tak lama kemudian, Rosalina muncul bersama Widya. Rosalina tersenyum manis, duduk di kursi tepat di samping Ronald. “Papa,” sapa Rosalina ceria. “Aku semalem belajar gambar, Papa. Mama Widya yang temanin. Aku bikin gambar keluarga.” Ronald menoleh, wajahnya langsung melunak. “Oh ya? Coba Papa lihat.” Rosalina mengeluarkan kertas dari balik bukunya. Di situ tergambar empat orang: Ronald, Widya, Rosalina, dan—anehnya—ada coretan besar di bagian yang harusnya untuk Maya dan Renata. “Ini Papa, ini Mama Widya, ini aku,” ujar Rosalina bangga. “Aku nggak tahu harus gambar siapa lagi, soalnya

