Mobil jemputan berhenti. Rosalina turun lebih dulu, wajahnya ceria. Ia berlari kecil sambil melambaikan tangan. “Papa! Mama Widya!” Ronald sudah pulang lebih awal, duduk santai di teras bersama Widya sambil menyeruput teh. Melihat Rosalina datang, Ronald langsung berdiri dan menyambutnya. “Sayang, bagaimana sekolahmu hari ini?” Rosalina tersenyum lebar, memperlihatkan buku tugasnya. “Aku dapat bintang lagi, Pa. Bu Guru bilang aku paling rajin mengerjakan PR.” Ronald mengusap kepalanya bangga. “Anak pintar Papa.” Widya ikut menimbrung dengan suara lembut, “Itu karena Rosa selalu disiplin. Aku selalu ingatkan dia sebelum tidur untuk belajar sebentar.” Renata turun terakhir dari mobil. Wajahnya muram, langkahnya lambat. Ia memeluk bukunya erat-erat, berusaha tak menatap siapapun. Ronald

