Senyap beberapa detik setelah suara sandal Lira menjauh. Ruangan itu seperti kehilangan suhu. Kaylana berdiri tegak, satu tangan masih memegang kursi yang tadi ia tarik untuk melawan rasa tegangnya. Zevran tidak mengalihkan pandangannya. Dari jarak sedekat itu ia bisa membaca perubahan kecil di wajahnya. Kelopak mata sedikit mengeras, rahang menegang, dan posisi bahunya yang tampak siap menahan apapun. Kaylana menarik napas pelan. Ia menutup berkas di depannya dan mendorongnya ke tengah meja. Suaranya tenang saat memecah kesunyian. “Kalau kau mau jawaban dari apa yang aku lakukan malam itu, aku sudah menjelaskannya berkali kali. Aku tidak berniat menyentuh wilayahmu. Aku hanya memeriksa seseorang yang sedang memantau klub itu. Orangku memberi laporan yang tidak jelas dan aku turun langsu

