Bab 36

989 Kata

Aruna akhirnya memutuskan untuk membereskan rumah sambil menunggu kurir datang. Ia butuh sesuatu untuk dilakukan agar pikirannya tidak terus berputar pada pesan dari nomor asing itu. Ia mengangkat keranjang cucian yang sudah selesai dicuci, lalu menjemurnya di halaman belakang. Udara pagi sudah mulai hangat, dan matahari pelan-pelan muncul di balik atap rumah tetangga. Aruna menggantung baju satu per satu, mengibaskannya dulu agar tidak kusut. Matanya beberapa kali melirik ke pagar samping rumah. Entah apa yang ia cari. Mungkin memastikan tidak ada orang yang memperhatikan. Mungkin hanya refleks. Setelah menjemur, ia kembali masuk. Anaknya sudah bosan menonton dan kini bermain di lantai dengan balok. Aruna menghampiri dan duduk sebentar di sampingnya. “Kamu mau makan buah?” tanyanya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN