Bab 37

1131 Kata

Aruna menaruh ponselnya di atas meja dapur sambil mencoba menahan rasa mual yang tiba-tiba muncul. Pesan dari nomor asing itu membuat seluruh tubuhnya tegang. Ia membuka keran dan membasuh wajah, lalu mengusapnya dengan handuk kecil. “Udah, Na. Fokus. Jangan mikir yang aneh-aneh dulu,” katanya pelan pada diri sendiri. Tapi pikirannya tetap berputar terlalu cepat. Ia mengambil gelas berisi teh panas, membawanya ke meja makan, dan duduk. Tangannya memegang gelas tapi tidak langsung meminumnya. Ia menatap layar ponsel yang kembali gelap, takut kalau tiba-tiba akan ada pesan baru. Tidak lama kemudian, anaknya menangis kecil dari kamar. Tanda ia terbangun. Aruna segera bangkit, meninggalkan gelasnya tanpa disentuh. Ia masuk ke kamar dan menemukan anaknya duduk sambil mengucek mata. “Bunda…”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN