Ponsel lama itu butuh beberapa menit untuk terkumpul dayanya. Aruna duduk di lantai kamar, bersandar pada sisi tempat tidur, sambil menunggu layar menyala. Setiap detik terasa lambat, tapi ia tidak pindah posisi. Anaknya di ruang tengah masih bermain, terdengar samar suara mobil-mobilan yang dibenturkan ke lantai. Aruna tetap mengawasi lewat telinga—kalau ada suara jatuh atau tangis, ia pasti segera bangun. Tapi sejauh ini aman. Begitu logo ponsel muncul, Aruna duduk lebih tegak. Tangannya mulai keringat lagi. Ia tahu membuka ponsel ini bisa memberikan jawaban… dan juga masalah lain. Ponsel meminta PIN. Aruna terdiam. Ia mencoba mengingat. PIN ini dulu dipakai Rangga sebelum ia mengganti nomor dan ponsel. Aruna tidak pernah memaksa tahu password suaminya, tapi pada masa-masa sulit me

