Keesokan harinya, suasana pagi di vila terasa hening. Burung-burung berkicau, sinar matahari menembus tirai tipis, namun Aruna tidak merasakan kedamaian apa pun. Sejak bangun, Andre sudah terlihat sibuk dengan laptopnya. Ia tampak mengetik sesuatu, lalu menerima panggilan telepon yang disembunyikannya dengan suara pelan. Setiap kali Aruna melangkah mendekat, Andre langsung menutup layar laptopnya, membuat suasana semakin canggung. Aruna berusaha menata diri, berpura-pura sibuk di dapur membuat sarapan, meski tangannya gemetar setiap kali ia mendengar Andre berbicara. Siang harinya, Andre mengajak Aruna makan siang di sebuah restoran tepi pantai. Dari luar, mereka masih tampak seperti pasangan bahagia yang sedang menantikan kelahiran anak pertama. Andre memesan makanan favorit Aruna, memuj

