Bab 12

1066 Kata

Dua hari setelah Andre menemukan foto itu, suasana rumah berubah total. Tidak ada pertengkaran terbuka, tapi udara di antara mereka seperti diselimuti kecurigaan yang tebal. Andre tidak lagi banyak bicara, namun caranya memperhatikan Aruna jauh berbeda. Pandangannya selalu mengawasi setiap gerak, setiap tatapan, bahkan nada bicara istrinya. Aruna menyadari itu. Ia tidak bodoh. Tapi setiap kali Andre bersikap tenang, justru rasa takutnya makin besar. Lelaki itu bukan tipe yang meledak-ledak tanpa alasan. Kalau dia diam, berarti dia sedang menunggu sesuatu—entah pengakuan, bukti, atau waktu yang tepat untuk bertindak. Pagi itu, Andre berangkat kerja lebih pagi dari biasanya. “Mas berangkat pagi banget?” tanya Aruna sambil membawa secangkir kopi ke meja makan. Andre hanya menjawab singk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN