Bab 21

1337 Kata

Dito diterima di politeknik negeri di kota besar, jurusan teknik mesin. Hari keberangkatannya menjadi momen yang berat untuk Aruna dan Rangga. Pagi itu rumah kecil mereka ramai oleh koper, kardus, dan tumpukan pakaian yang sudah dilipat rapi. Aruna menyiapkan bekal perjalanan: nasi goreng, telur dadar, dan sambal terasi buatan sendiri. “Kamu bawa semuanya, Dit? Jangan ada yang ketinggalan,” kata Aruna sambil memeriksa tas anaknya untuk kesekian kali. “Iya, Bu. Tenang aja,” jawab Dito sambil tersenyum kecil. “Nanti di sana juga banyak toko. Aku bisa beli kalau ada yang kurang.” Rangga memanggul koper besar ke bagasi mobil sewaan. “Kamu jangan terlalu hemat di sana, Dit. Makan yang cukup. Jangan mikirin uang dulu. Kalau kurang, bilang.” Dito mengangguk. “Aku tahu, Yah. Aku bakal hati-hat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN