Xavier hanya diam ketika neneknya datang. Wanita itu duduk dan memperhatikannya. Ponselnya segera dia masukkan ke dalam saku begitu wanita itu ada di ruang tengah. Sementara Simon membantu Theresa untuk menjaga anak-anak. Di sini adalah puncak di mana Xavier akan benar-benar merasa hidupnya akan dipenuhi tekanan oleh neneknya. “Sa, mama mereka ke mana?” “Lagi keluar sama, Devan. Semalam bertengkar.” Wanita itu duduk sembari menyilangkan kakinya. Theresa menurunkan anak-anak dari sofa. “Salim dulu sana! Bisa kenalan, kan?” tanya wanita itu pada dua cucunya. Sementara Xavier melihat dua anaknya menuruti ucapannya Theresa. Kedua anaknya bersalaman kemudian naik ke sofa dan kemudian duduk di sebelah neneknya Xavier. “Nenek sudah tahu semuanya, Xavier.” “Ya.” “Kamu nggak bisa nikahi