LIMA PULUH LIMA

1561 Kata

Perlahan Devan menginjakkan kaki di kamarnya. Ketika dia baru saja membuka pintu, punggung perempuan yang sudah lama dirindukannya itu terlihat jelas. Dia tidak munafik, Devan masih mencintai Alya dengan sangat. Tapi ucapan Alya yang waktu itu mengatakan bahwa dia tidak akan pernah kembali lagi pada sisi Devan karena sudah terlanjur kecewa itulah yang membuat Devan menahan diri untuk tidak berusaha mencari keberadaan Alya. tapi ketika dia mendengar kabar perempuan yang disayanginya itu dipukuli oleh Ayah kandungnya sendiri membuat d**a Devan sesak ketika dia melangkah mendekati Alya. Kakinya berhenti tepat didepan kedua perempuan yang sedang tertidur dengan nyaman di kamarnya. Seketika wajah cantik yang selalu menyambut paginya itu terlihat begitu tenang. Ia duduk dipinggir ranjang sambil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN